Rabu, 10 Agustus 2011

Pemerintahan Kelurahan

KELURAHAN

Kelurahan hampir sama dengan desa. Hanya saja Kelurahan biasanya terdapat di daerah perkotaan. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah. Lurah diangkat dan dipilih oleh pemerintah, yaitu oleh Bupati / Wali Kota.  Oleh karena itu Lurah merupakan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ).

Tugas-tugas Lurah
Sama halnya dengan kepala desa, Lurah juga mempunyai tugas-tugas, diantaranya :
Melaksanakan kegiatan pemerintahan kelurahan.
Memberdayakan masyarakat.
Melayani masyarakat.
Menyelenggarakan sistem keamanan agar masyarakat tenteram dan tertib.
memelihara sarana dan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di masyarakat.

Perbedaan antara Desa dan Kelurahan


Pemerintahan Desa          
1    Dipimpin oleh kepala desa yang   dipilih rakyat.
2    Jumlah penduduk di desa lebih sedikit dan penguasaan teknologi sederhana.
3    Bukan Pegawai negeri Sipil.
4    Di desa terdapat Badan Perwakilan Desa ( BPD ).  

Pemerintahan Kelurahan
1   Dipimpin oleh Lurah yang diangkat oleh Bupati / Wali kota.
2   Jumlah penduduk di kelurahan lebih banyak dan maju.
3   Pegawai Negeri Sipil ( PNS ).
4   Di kelurahan terdapat dewan kelurahan.
    



Sumber: Prayoga Bestari dan Ati Sumiati.2008. Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik.Depok:CV.ARYA DUTA.

Pemerintahan Desa

DESA

     Ketika kita mendengar kata desa, yang terbayang di pikiran kita adalah suatu tempat yang jauh dari kota, udaranya sejuk, terbebas dari polusi, dan penduduknya ramah-ramah. Namun tidak semua desa jauh dadi kota , ada juga desa-desa yang dekat dengan kota.

     Desa merupakan bagian dari kecamatan. Desa dipimpin oleh seorang kepala desa. Kepala desa dipilih langsung oleh masyarakat desa tersebut. Kepala desa dilantik oleh bupati / wali kota. Kepala Desa bukanlah Pegawai Negeri Sipil ( PNS ). Oleh karena itu, kepala desa mendapatkan gaji / upah dari hasil pengolahan tanah yang disrahkan untuk diolah. D daerah Jawa sering dikenal dengan istilah “ bengkok” atau “ carik “. Setelah masa jabatannya habis maka kepala desa harus mengembalikan tanah tersebut kepada pemerintah.

Tugas Tugas Kepala Desa
Kepala Desa mempunyai Tugas-tugas diantaranya sebagai berikut :
Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa.
membina perekonomian desa.
Membina kehidupan masyarakat desa.
Memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat desa.
Mendamaikan perselisihan yang terjadi pada masyarakat desa.
Mewakili desanya baik didalam dan diluar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya. 

Sumber Pendapatan Desa
Desa mendapatkan pendapatan dari :
Pendapatan asli desa, meliputi :
a. Hasil usaha desa.
b. Hasil kekayaan desa.
c. Hasil swadaya dan partisopasi
d. Hasil gotong royong.
Bantuan pemerintah kabupaten, meliputi bagian perolehan pajak dan retribusi daerah serta dana perimbangan keuangan pusat dan tingkat daerah.
Bantuan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Sumbangan pihak ketiga, misalnya berupa dana hibah.
Pinjaman desa.

Didalam suatu desa juga terbentuk lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertrugas membantu pemerintahan masyarakat desa. Misalnya LKMD, Hansip, PKK, dan Karang Taruna.
LKMD ( Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa )
LKMD merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa yang memadukan kegiatan pemerintahan desa yang dilakukan secara gotong royong.
Fungsi LKMD adalah membantu pemerintah desa merencanakan pelaksanaandan pengendalian pembangunan desa.
PKK ( Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga )
PKK bertujuan memberdayakn keluarga, meningkatkan kesejahteraan, dan kemandirian keluarga.
Karang Taruna
Karang taruna merupakan salah satu organisasi kepemudaan di tingkat desa. Kebanyakan anggotanya adalah pemuda dan pelajar yang masih duduk dibangku SMP dan SMA.
Organisasi karang taruna terdapat diwilayah Rukun Warga ( RW ), desa, dan Kecamatan.
Karang Taruna merupakan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan pendapat dan kreatifitasnya.




Sumber: Prayoga Bestari dan Ati Sumiati.2008. Pendidikan Kewarganegaraan: Menjadi Warga Negara yang Baik.Depok:CV.ARYA DUTA.

Sabtu, 23 Juli 2011

Lirik Lagu Aku Takdirmu

AKU TAKDIRMU


Intro :

Ternyata yang tak pernah kuduga adalah kamu…

Yang selama ini tak pernah ada didalam hatiku

Ternyata yang tak pernah kusangka adalah kamu

Yang selama ini tak pernah terlihat dimata hatiku

Bridge:

Hentikanlah pencarianmu,,tlah ada aku dengan sempurnanya cintaku

Reff:

Aku takdirmu jangan kau ingkari

Seperti bintang yang kan slalu hadirkan cahaya terang

Aku takdirmu jangan kau dustai

Seperti pagi yang kan slalu berkawan hangat mentari..

Lirik Lagu Selalu Bisa

SELALU BISA

Intro . . .

Kulakukan semua yang kukira bisa

Membuat dirimu menjadi bahagia

Kuyakinkan hatiku selalu bisa

Untuk lakukan yang terbaik untuk dirimu

Reff . .

Yang ku tahu ku mencintaimu,menyayangimu

Sepenuh hatiku, tak inginku sakiti hati dan jiwamu….

Yang ku mau kau mengerti aku, memahamiku

Sepenuh hatimu,berhentilah tuk slalu menyakiti aku

Menyakiti aku……..

Intro ..

Seperti biasanya kuselalu bias

Merelakanmu habiskan waktumu denganya

Tak perdulikan aku…






By. Verro.

Sabtu, 09 Juli 2011

MIMPI DIUJUNG PAGI

MIMPI DIUJUNG PAGI


Satu jam yang lalu,,aku masih berteman secangkir kopi panas,,
Satu jam yang lalu aku masih membangun angan-angan dalam benaku
Satu jam yang lalu aku masih menikmati sayup alunan musik klasik
Dan satu jam yang lalu aku masih asyik bermain dengan game favoritku

Satu jam kemudian aku tak ingat apa-apa……
Memeluk bantal menarik selimutku, itu hal terakhir yang dapat aku ingat….
Sesaat setelah itu aku mulai mengikuti irama imajinasi di ambang sadarku, hanya mengikuti dan tak bisa pegang kendali, bisakah kita menggatur skenario dalam mimpi?

“ jika aku kaya nanti..aku akan membangun mall yang mewah khusus untuk orang-orang yang untuk makan saja susah “ itu mimpiku.

“ jika aku kaya nanti….aku kan mendirikan sekolah bebas biaya untuk anak-anak orang  yang kurang beruntung, dengan fasilitas pendidikan yang lengkap” itu mimpiku.

“jika aku kaya nanti,,aku akan membangun rumah sakit dengan alat serba canggih, tapi yang ini dengan biaya murah. Sebab aku tak bisa memberikan layanan kesehatan sendiri, aku harus membaya dokter” ini juga mimpiku.

“ kalau aku kaya nanti,,,,aku akan membuka pabrik-pabrik dan perusahaan besar untuk para pengangguran. Waah ini juga mimpiku.

“dan kalau aku kaya nanti,,jalan-jalan rusak yang aku lewati akan aku bangun kembali, jadi tidak harus menunggu sampai jembatan patah, jalan berlubang, selokan mampet karena erosi akibat badan jalan rusak. Haaa…haaaa ini hanya mimpiku.

“kalau aku kaya nanti,,,, masih banyak sekali mimpiku kalau aku benar-benar jadi orang kaya.. tapi kaya apa yaa ? kaya hutang,kaya gosip,kaya monyet,kaya anjing,atau kaya taek…? Aaah sudahlah itu kan hanya mimpi.

Besok malam aku tak ingin bertemu dengan mimpi seperti itu lagi,,karena saat aku terbangun nanti aku hanya merasakan sakit,,yaaa sakit karena aku tak bisa mewujudkan mimpiku itu.
Pagi ini aku tak ingin bersahabat dengan mimpi diujung pagi tadi..pagi ini aku ingin membunuh mimpi-mimpiku itu,,pagi ini aku ingin bertemu dengan realita.

Mimpiku diujung pagi tadi…hanya sebuah angan-angan yang sering sekali mengajaku untuk berfantasi dengan dunia yang tak kenal kompromi…

Mimpiku diujung pagi tadi seperti gambar bergerak adegan sebuah film pendek. Setelah menontonya aku akan melupakan apa judulnya.

Mimpiku diujung pagi tadi, esok malam akan berganti cerita. Itu pasti.


                                                                                               Juli 2011.
                                                                                              Tonk-tonk

Jumat, 17 Juni 2011


MAKALAH CIVIC EDUCATION

Akar Kultur dan Historis Serta Penerapan Demokrasi di Indonesia























Disusun oleh :

Nama : Fatchur Rohman Aji
NIM : 102338018
Jurusan/Prodi : Tarbiah/PAI NR A1
Mata Kuliah : Civic Education
Dosen Pengampu : M. Bachrul Ulum, SH. MH


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO 2011


KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya makalah ini.
Makalah ini saya susun sebagai salah satu tugas dari mata kuliah Civic Education sebagai bahan penilaian dalam Ujian Tengah Semester ( UTS ) semester II,
Penyusun ingin mengupas sekilas tentang kultur bangsa Indonesia yang beragam dalam integritas nasional sebagai tolok ukur perkembangan suasana demokratis dengan memperhatikan peristiwa yang terjadi dimasa lampau yang relevan dengan kondisi saat ini. Dimana sistem pemerintahan sudah semakin berkembang dan modern. Untuk dapat memecahkan konflik internal yang menyebabkan terhalangnya wadah aspirasi rakyat pluralistis dalam bentuk demokrasi.
Penyusun menyadari, didalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan.

Banjarnegara, 21 April 2011


Penyusun














DAFTAR ISI




Kata Pengantar ……………………………………………………………. iii
Daftar Isi …………………………………………………………………...iv


BAB I ……………………………………………………………………… 1

  1. PENDAHULUAN ………………………………………………….1
  2. LATAR BELAKANG……………………………………………....2
  3. RUMUSAN MASALAH ………………………………………….. 5

BAB II ………………………………………………………………………5

PEMBAHASAN ……………………………………………………………5

BAB III …………………………………………………………………….. 7

KESIMPULAN ……………………………………………………………. 7

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………8











BAB I
A. PENDAHULUAN
Bangsa Indonesia memiliki kultur yang sangat beragam. Pandangan dunia menunjukkan bahwa keanekaragaman inilah yang menjadikan bangsa Indonesia memiliki andil yang cukup besar dalam perannya memperkaya khasanah budaya. Perbedaan menunjukkan betapa kayanya bangsa Indonesia akan tata nilai budaya nasional. Namun hal ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan konflik internal yang mengancam keutuhan bangsa.
Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat sebagai komunitas unik sudah mulai mendapat ruang perhatian publik untuk bisa memiliki kesempatan yangt relatif banyak dalam berekspresi dalam berbagai bidang, terlebih dalam kemajemukan masyarakat Indonesia tanpa harus diwarnai oleh perasaan takut, merasa tertindas, terdominasi, dan bahkan terbelenggu oleh kekuatan penguasa dalam nuansa politik.
Pengalaman pahit bangsa Indonesia pada masa silam menunjukkan bahwa betapa pentingnya menempatkan suara rakyat dalam kebersamaan sehingga terwujudlah cita-cita nasional bangsa Indonesia. Dalam menata ulang kehidupan bangsa kedalam format yang lebih baik, dibutuhkan bukan saja kerja rekontruksi politik di tataran praktis, namun juga diskontruksi wacana dan paradigma serta iklim politik yang baru sebagai mediator antara masyarakat dengan kalangan elit politik serta pemerintah.
Keharmonisan hubungan antara negara dan warga negara dengan menggunakan materi hak dan kewajiban masing-masing perlu untuk dibina, dimana warga negara bersuara negara mencermatinya, lalu mengkaji dan munculah kebijakan bersama sepanjang tidak bertentangan dengan nilai dan jiwa konstitusi. Secara garis besar negara merupakan gabungan antara masyarakat politik dan masyarakat sipil. Bukan tidak mungkin dalam pencapaian tujuan bersama menemukan banyak kendala, oleh karenanya perlu adanya media yang menjembatani keduanya tanpa persengketaan dalam masyarakat yang dinamis dan penuh dengan perbedaan.
Dari paparan diatas penyusun akan sedikit menemukan berbagai penerapan serta hal-hal yang melatar belakangi penerapan konsep demokrasi di Indonesia.

B. LATAR BELAKANG
1. Keragaman Masyarakat Indonesia yang Pluralistis
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa San sekerta yaitu Buddayah yang merupakan bentuk dari Buddi ( budi atau akal ) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi pekerti dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris disebut Culture yang berasal dari kata Latin Colere yang berarti mengolah atau mengerjakan. Bisa juga diartikan sebagai mengolah tanah atau bertani. Dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan dengan kultur yang berarti kebudayaan.
Bangsa Indonesia kaya akan budaya. Hal ini bermula dari keanekaragaman adat, suku, dan kebiasaan-kebiasaan tertentu diberbagai wilayah di Indonesia yang lahir dari hasil pemikiran dan daya kreatifitas pemikiran dari masyarakat yang beragam. Kondisi geografis dan sosial budaya nusantara lebih banyak mewarnai corak kehidupan bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk ( pluralistis ). Kemajemukan masyarakat Indonesia itu ditandai oleh beberapa faktor yang antara lain perbedaan suku, ras / etnis dan antar golongan serta kebudayaan lokal yang beragam. Sebagai konsekuensi masyarakat yang pluralistis, masyarakat Indonesia secara kultural memiliki kebudayaan yang majemuk ( Kebhinekaan ). Jika kita kaji secara mendalam, kemajemukan budaya tidak hanya memiliki makna sosial, akan tetapi juga bermakna politis. Hal ini bukan saja karena setiap etnik mempunyai daerah asal yang jelas otonomi dan batas-batasnya melainkan juga memiliki kultur politik yang beragam.
Dalam kondisi yang bervariasi ini kultur politik yang berkembang pada masyarakat lokal bisa sama dan bisa juga berbeda dengan kultur politik negara. Pernyataan tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwa persoalan kebudayaan tidak hanya penting menjadi anggota masyarakat lokal akan tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah ( negara ). Untuk menyatukan perbeaan kultur tersebut perlu media yang efektif yaitu” Pemerintahan dari rakyat “yang beragam dalam wadah demokradi.



2. Sejarah Menuntun Konsep Pemersatu Kultur
Budaya telah memberikan arah bagaimana manusia bertingkah laku dan bagaimana mereka merespon perubahan dalam masyarakat dari zaman ke zaman. Budaya memang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia dalam perjalanan sejarah. Sejarah dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat atau kejadian pada masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul keturunan ( pada raja-raja yang memerintah ).
Umumnya sejarah memberikan informasi mengenai kejadian dimasa lampau. Dalam hal ini berarti mempelajari dengan sebuah pertanyaan kultur budaya yang beragam serta peristiwa masa lampau berperan dalam pembangunan dan perkembangan kehidupan demokrasi.
Pemerintahan atas suatu bangsa tidaklah muncul dengan tiba-tiba tetapi melalui tahapan dan proses yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Begitu juga dengan perkembangan dan penerapannya tentu dimulai saat belum ditemukannya wadah pemersatu kultur yang beragam seperti Indonesia. Berevolusi dari abad ke abad bersamaan dengan system pemerintahan yang makin modern.
Demokrasi di Indonesia berawal semenjak kemerdekaan yaitu tanggal 17 Agustus 1945, UUD 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah Negara demolrasi. Dalam mekanisme kepemimpinannya presiden harus bertanggung jawab pada MPR dimana MPR merupakan badan yang dipilih oleh rakyat. Sehingga secara hierarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih melalui pemilu. Imdonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di Indonesia, sampai kemudian presiden Soekarno menyatakan demokrasi Terpimpin sebagai system pemerintahan setelah mengalami demokrasi pancasila.





3. Penerapan demokrasi di Indonesia
Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke 5 M. Kata demokrasi berasal dari dua kata yaitu Demos yang berarti rakyat dan Kratos/Cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. Demokrasi merupakan pemerinyahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Begitulah pemahaman yang paling sederhana mengenai demokrasi.

Berdasarkan penerapannya Jeff Hayness ( 2000 ) membagi pemberlakuan demokrasi kedalam tiga model berdasarkan metode penerapannya, ketiganya yaitu :
  1. Demokrasi formal ditandai dengan adanya kesempatan untuk memilih pemerintahannya dengan interval yang teratur dan ada aturan yang mengatur pemilu. Peran pemerintah adalah mengatur pemilu dengan memperhatikan proses hukumnya.
  2. Demokrasi permukaan ( façade ), dalam demokrasi ini tampak dari luar demokrasi, tetapi tidak memiliki substansi demokrasi.
  3. Demokrasi substantif, dalam demokrasi ini memberi tempat bagi rakyat jelata, kaum miskin , perempuan, kaum muda, golongan minoritas,dan etnik untuk dapat benar-benar menempatkan kepentingannya dalam agenda politik disuatu negara.

Ada bermacam-macam demokrasi yang sudah menjadi bagian dari pemerintahan negara-negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Dari berbagai model demokrasi tersebut pengertiannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
  1. demokrasi klasik lahir dari pemikiran yang dikenal berpandangan a tree partite classification of state yang membedakan bentuk negara atas tiga bentuk ideal yang dikenal dengan negara ( klasik – tradisional ).
  2. Demokrasi modern yaitu adanya hak pilih universal, pemerintahan perwakilan, partai-partai politik bersaing, kelompok yang berkepentingan mempunyai otonomi dan system-sistem komunikasi umum.
Penerapan system demokrasi masing-masing negara tidaklah sama, harus disesuaikan dengan kondisi rakyat pada negara tersebut. Lalu bagaimana dengan penerapan demokrasi di Indonesia?

C. RUMUSAN MASALAH
Dari penjabaran dimuka maka penyusun merumuskan beberapa permasalahan yang muncul dalam penerapan demokrasi di Indonesia sesuai dengan kultur dan sejarahnya, diantaranya yaitu :

  1. Masyarakat Indonesia yang majemuk yang ditandai oleh beragam kebudayaan. Bagaimana menumbuhkan suasana demokrasi pada masyarakat yang pluralistis?
  2. Menyelaraskan sejarah masa lampau dengan kondisi masyarakat yang semakin berkembang dan modern. Bagaimana cara menyikapinya?
  3. Bagaimana penerapan system demokrasi di masyarakat yang pluralistisserta persepsi historial dari proses perkembangan demokrasi di Indonesia?


BAB II
PEMBAHASAN
A. Kesejajaran negara dan warga negara dalam pemerintahan yang demokrasi perlu untuk dijunjung tinggi, agar mampu mewakili setiap komponen negara tanpa terkecuali. Terlebih lagi dalam masyarakat Indonesia yang majemuk yang ditandai beragam budaya daerah pada dasarnya merupakan masyarakat yang rentan dengan konflik. Hal ini disebabkan masing-masing kebudayaan daerah secara ideasional dan fisik memiliki karakteristik yang berbeda dan sulit untuk berintegrasi. Masing-masing pendukung kebudayaan daerah saling berupaya agar kebudayaan masing-masing mampu bertahan dalam perkembangan zaman sebagaimana kebudayaan daerah-daerah lain.

Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat terkadang justru berbeda dengan nilai-nilai budaya yang telah disepakati oleh masyarakat ditempat lain yang lingkungan geografisnya berbeda. Hal demikian bisa jadi berpengaruh bagi wawasan mereka ketika pola pikir lokal ditempatkan dalam kehidupan berbangsa. Perlu disadari bahwa hal demikian akan sangat berisiko terhadap integritas bangsa dan sudah pasti mengancam pola demokrasi yang dibangun dalam tatanan nilai sosial.
Sementara itu, konsep ketahanan nasional sering diartikan sebagai kondisi dinamik yang berisi keuletan dan ketangguhan suatu bangsa dalam mengembangkan kemampuannya untuk mengatasi ancaman, tantangan dan hambatan baik yang muncul dari dalam dan dari luar. Sejarah menerangkan bahwa proses pencapaian demokrasi. Pancasila yang menjadi pandangan pola pikir politik saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang yang membutuhkan pengorbanan demi keutuhan pemerintah ( negara ). Perwujudan dari demokrasi di Indonesia adalah kekuasaan tertinggi ada pada masyarakat baik sipil maupun politik. Dasarnya muncul dari masyarakat, dilaksanakan oleh rakyat dan diperuntukkan bagi akyat.
Salah satu metode pemerintahan demokrasi di Indonesia adalah pemerintahan berasal dari rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat melalui perwakilan rakyat yang dipilih oleh rakyat. Pelaksanaan pemerintahan pun diawasi oleh rakyat. Indonesia pernah menerapkan demokrasi “ tidak langsung”( Indirect democracy ) artinya paham demokrasi yang dilaksanakan melaui system perwakilan, artinya rakyatr menyerahkan kedaulatannya kepada perwakilan yang telah dipilih dan dipercaya. Rakyat yakin bahwa segala kehendak dan kepentingannya akan diperhatiakan oleh wakil rakyat dalam melaksanakan kekuasaan negara. Dalam kaitannya negara Indonesia menganut demokrasi tidak langsung karena dalam system penyaluran aspirasinya melaui lembaga-lembaga perwakilan rakyat.




BAB III
KESIMPULAN
Untuk menyatukan pluralistis masyarakat Indonesia harus melui sebuah media yang mampu menjaga integritas bangsa. Menilik dari historial perkembangan zaman, maka kemajemukan tersebut disatukan dalam wadah demokrasi. Pelaksanaannya terlihat pada pemerintahan yang mengutamakan unsur rakyat sebagai komponen dasar dari rakyat dilaksanakan oleh rakyat serta diperuntukkan bagi rakyat melalui perwakilan rakyat yang telah dipilih oleh rakyat menjadi sistem demokrasi tidak langsung.





















DAFTAR PUSTAKA

Al Hakim, Suparlan. 2005.Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi.Malang: UNM.
Notosusanto, N.1997.”Pemahaman Kritis SARA dan Kemajemukan Masyarakat Indonesia”. Dalam wawasan kebangsaan.Hlm.49 – 66.Jakarta:Badan Pendidikan dan Pelatihan Depaertemen Dalam Negeri.

Ali, F.1997.”Budaya lokal di Indonesia”. Jakarta:Badan Pendidikan dan Pelatihan Departemen Dalam Negeri.

Subakti, R.1992.Memahami Ilmu Politik. Jakarta:PT Gramedia.

www.wikipedia.com